Headline

HUT 1 YPT, JMS Luncurkan Program Anak Asuh

20314781_10209540138567132_2046045333_o

Ambon, detikmalukucom: Jaqueline Margareth Sahetapy (JMS) dan Yayasan Payung Teduh (YPT) resmi meluncurkan Program Anak Asuh bertemakan “Engkau Berharga Di Mataku dan Mulia”, yang berlangsung di Rumah Doa Aman Natsepa (Samping Hotel The Natsepa), Sabtu, 22 Juli 2017. Peluncuran Program Anak Asuh itu sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) JMS ke- 35, dan HUT Yayasan Payung Teduh ke- 1, yang sama-sama jatuh pada Jumat, 21 Juli 2017 serta menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada Minggu, 23 Juli 2017.

Dalam sambutannya, JMS mengatakan, Program Anak Asuh merupakan inisiatifnya bersama Yayasan Payung Teduh setelah melihat langsung kehidupan beberapa anak yatim-piatu di Kota Ambon, yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya di bangku sekolah dasar (SD) karena faktor ekonomi. “Berkat bantuan Tuhan, Program Anak Asuh kepada 20 anak ini resmi diluncurkan. Semoga, 20 anak asuh ini bisa kembali melanjutkan pendidikan yang panjang dan layak, demi kehidupan mereka dihari esok yang lebih baik,” ucapnya. Dijelaskan, 20 anak tersebut akan di asuh olehnya dan Yayasan Payung Teduh selama satu tahun. Anak-anak, kata JMS, juga akan menerima uang saku setiap bulannya sebesar Rp 150 ribu per anak “Ini masih program awal saya dan Yayasan Payung Teduh. Kemungkinan bisa terjadi perubahan, seperti, asuh anak diperpanjang berapa tahun lagi atau seperti apa nanti kita lihat kedepannya,” ucap Pembina Yayasan Payung Teduh itu.

Di akhir sambutanya, JMS bercerita, sifat suka memberi yang ia miliki tumbuh berdasarkan pengalaman hidup dan besarnya rasa kemanusiaan antar sesama. “Jangan pernah berfikir bahwa memberi akan mengurangi jumlah harta yang telah kamu kumpulkan secara susah payah. Ingatlah bahwa di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri karena kita semua akan saling membutuhkan satu-sama lain,” pesannya, diringi tetesan air mata dan tepuk tangan meriah dari hadirin. Dikesempatan yang sama, Pendeta Noni Telussa, mengatakan, perilaku cinta kasih yang dilakukan Ibu JMS bersama Yayasan Payung Teduh, merupakan bagian dari perintah Tuhan sebagaimana termuat dalam firmannya. “Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu, itulah sebabnya Aku memberi perintah kepadamu, demikian. Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu yang tertindas dan yang miskin di negerimu,” ucap Noni mengutip Firman Tuhan dalam Kitab Ulangan 15:11. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu,” imbuh Noni mengutip Firman Tuhan dalam Kitab Yohanes 15:12.

Aksi Yayasan Payung Teduh selam satu tahun dilapangan itu, kata Noni, bukanlah sembarang action, melainkan bagian dari iman. Sebab, Yayasan Payung Teduh telah menjadi tempat berteduh siapapun yang membutuhkan, tempat membagi berkat dalam karya, dan tidak mementingkan diri sendiri. “Firman Tuhan dalam Kitab Amsal 3:16, Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Dan Amsal 9:11, karena oleh Aku (hikmat) umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah,” tutupnya.

Usai acara, Ketua Yayasan Payung Teduh, Pieter Katayane, kepada koran ini mengatakan, sumber anggaran untuk menjalankan berbagai program yang dikerjakan Yayasan Payung Teduh selama satu tahun ini berasal dari donatur Jaqueline Margareth Sahetapy (JMS) beberapa donatur lainnya. “Yayasan Payung Teduh tidak mendapat sumbangan anggaran dari instansi pemerintah atau lembaga lainnya. Sumber anggarannya langsung dari Ibu JMS selaku donatur, dan ada beberapa donatur lainnya juga. Sehingga kami terus berdoa, melalui banyak program, Ibu JMS dan Yayasan Payung Teduh bisa banyak berbagi,” singkat Pieter. (DM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top