Headline

Musda Golkar Malteng Molor, Kinerja Tuarita Disorot

partai-Golkar-1

Ambon, detikmalukucom: Pelaksanaan Musyawarah Daerah lanjutan Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah yang masih terkatung-katung hingga kini ditengarai karena ketidakmampuan Pelaksana Tugas (Plt) ketua Golkar Malteng yang saat ini dijabat oleh Hairudin Tuarita. Sebab sebagai Plt yang tugas utamanya hanya melaksanakan Musda lanjutan seharusnya hal itu tidaklah sulit, sebab hanya tersisa satu tahapan dalam Musda tersebut yakni pemilihan ketua. Hal ini dikatakan oleh Wakil Sekretaris DPD Golkar Provinsi Maluku, Max Hehanusa, kemarin di Ambon.
Menurut Hehanusa, sudah memasuki bulan ketiga sejak Musda Golkar Maluku Tengah diskor untuk waktu yang tidak ditentukan, tetapi kelanjutan Musda masih belum ada tanda-tandanya. Ini adalah bentuk kegagalan dari Hairudin Tuarita sebagai Plt ketua Golkar Malteng.
“Melaksanakan Musda lanjutan Golkar Malteng bukanlah hal yang sulit. Sebab mekanismenya telah diatur dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan Juklak. Tuarita telah menunjukkan bahwa dia tidak mampu melanjutkan pelaksanaan Musda yang hanya tersisa tahapan pemilihan. Oleh karena itu, Tuarita harus segera diganti dengan pejabat yang lain sebab tertundanya pelaksanaan Musda hanya akan mengambat konsolidasi partai yang semakin hari semakin terdesak oleh waktu. Tuarita dapat dianggap telah menghambat kinerja partai di kabupaten terbesar di Maluku tersebut. Artinya Tuarita tidak mampu untuk mengemban amanat ini. Jadi, tidak ada kata lain selain harus diganti,”sebut Hehanusa.
Hehanusa melanjutkan bahwa dalam konstitusi partai disebutkan bahwa jika terjadi konflik di tingkat kabupaten maka DPD Golkar di tingkat provinsi berwenang untuk menyelesaikannya. Jadi, masalah di Golkar Maluku Tengah serupa dengan apa yang terjadi DPD Golkar Kota Tual, yakni tertundanya tahapan pemilihan akibat diskornya tahapan persidangan.
“Saat ini Musda Golkar Kota Tual telah selesai dilaksanakan dengan terpilihnya Yunus Serang sebagai ketua. Seharusnya Golkar Malteng juga sudah selesai karena secara prosedural masalahnya hampir sama. Fakta bahwa hari ini Musda Golkar Malteng belum terlaksana murni karena ketidakmampuan saudara Hairudin Tuarita dalam melaksanakan tugasnya. Tuarita telah menjadi bagian yang ikut menghambat proses Musda Golkar Malteng. Padahal sebagai Plt, Tuarita harusnya memegang teguh pada anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan Juklak Partai Golkar. Karena itu, sampai kapanpun, Musda Golkar Malteng tetap tidak akan bisa dilaksanakan jika Plt-nya adalah Hairudin Tuarita,”tegas Hehanusa.
Ketika ditanya tentang tahapan Musda yang tertunda, Hehanusa menyatakan bahwa tahapan yang tertunda hanyalah pemilihan ketua saja, dan itulah fokus pelaksanaan Musda lanjutan nanti. Ini juga sudah dibahas dalam beberapa kali rapat pleno di Golkar Provinsi dan tidak ada masalah soal itu sebab ini sudah sesuai Juklak Nomor 5 Golkar yang mengatur tentang pelaksanaan Musda di daerah-daerah.
“Jadi dikembalikan kepada pemilik suara di kecamatan dan ormas serta DPD Golkar Provinsi Maluku. Tidak perlu ada keraguan bagi siapapun di Malteng dalam menggunakan hak politiknya dalam memilih calon ketuanya. Siapapun yang akan dipilih menjadi ketua sepenuhnya menjadi hak politiknya teman-teman di kabupaten, itu dijamin dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Mereka lebih tahu siapa yang paling terbaik untuk memimpin Golkar Malteng. Jadi, mari kita hentikan semua upaya-upaya lain yang hanya akan memperkeruh dan menghambat pelaksanaan Musda lanjutan. Sebab yang akan rugi adalah Golkar sendiri,” demikian Hehanusa. (DM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top