Editorial

Sepakbola Maluku Butuh Political Will

16386857_1803581559904143_3839337696084654677_n

Ambon, detik-maluku.com: Untuk mengembalikan gairah dan kejayaan sepakbola Maluku seperti beberapa tahun silam, tidak hanya dengan kata-kata. Kata kunci untuk menjawab ekspektasi banyak orang ialah sepakbola Maluku butuh political will. Pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan perlu memberikan sentuhan dan perhatian yang maksimal bagi eksistensi dunia persepakbolaan di negeri yang berjuluk raja-raja ini.

Semua pihak harus melihat sepakbola tidak ansich sebagai olahraga saja. Tetapi juga soal ekonomi dan kemanusiaan. Lesunya iklim kompetisi persepakbolaan Maluku sejauh ini disadari faktor utama ialah minimnya anggaran. Banyak klub-klub di Maluku yang ingin mengikuti kejuaraan ataupun melakukan pembinaan, namun terhenti alasan anggaran. Banyak putra-putra daerah yang memiliki talenta dan skill mumpuni, pun tidak mampu berkembang. Karena itu, sudah saatnya semua pihak duduk bersama mencari solusi. Sangat disayangkan, jika potensi besar sepakbola Malukutidak dikelola dengan baik.

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Maluku, Dirk Soplanit, kepada detikmalukucom, Senin (6/2), mengatakan sepakbola menjadi satu kebanggaan luar biasa yang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.  Tentu, untuk mencapai semua itu, pengembangan sepakbola membutuhkan anggaran yang besar.

“Meski cabang olahraga lain tidak mendapat emas baik di PON maupun SEA GAMES, yang penting sepakbola mendapat emas. Terasa hambar jika dalam satu kejuaraan olahraga sepakbola tidak juara. Itulah kenapasepakbola memiliki kebanggaan luar biasa yang ada di daerah dan nasional. Dan untuk mencapai kebanggaan tersebut biayanya tidak sedikit, “ ungkapnya.

Pria asal Desa Latta yang juga merupakan anggota EXCO PSSI ini kemudian menuturkan, pemerintah daerah tidak usah ragu dan khawatir dalam memberikan perhatian berupa alokasi anggaran bagi pengembangan sepakbola. Yang penting perencaan yang baik dan dampaknya secara ekonomi akan dirasakan oleh masyarakat. Seperti contoh, di stadion-stadion iklim usaha kecil dan menengah akan tumbuh dan hal itu membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di daerah ini.

“Jika kompetisi rutin berjalan, akan di ikuti dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat. Kemudian efeknya juga bisa dirasakan kepada anak-anak kita yang bertanding dari sisi kesejahteraan. Kita bisa lihat buktinya di Papua, Sulawesi dan di Jawa. Kita di Maluku bisa lakukan itu, tidak sulit, sebab bicara soal sepakbola orang Maluku punya gairah tinggi, “ ujar Dirk.

Selain pemerintah, Dirk juga mengajak semua pihak  untuk bersama-sama memberikan dukungan mengembalikan kejayaan sepakbola Maluku. Dirinya optimis masih ada waktu untuk sepakbola Maluku bangkit dan berjaya di masa mendatang. (AKO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top