Berita Kota

2017, ADD Kota Ambon Naik Rp.28 Miliar

ilustrasi-alokasi-dana-desa

Ambon, detik-maluku.com – Anggaran dana desa kota Ambon diprediksi akan mengalami peningkatan di tahun 2017 sebesar Rp.28 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp.6 Milyar lebih dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp.21,6 miliar.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kota Ambon, Mien Tupamahu di Ambon, Senin, mengatakan alokasi dana desa Kota Ambon tahun 2017 Kota Ambon sebesar Rp.28 Miliar akan disalurkan dalam dua tahap  yakni tahap pertama sebsar 60 persen atau sebsar Rp.12,9 Miliar dan tahap kedua sebesar 40 persen  atau Rp.8,6 Miliar.
Diakuinya, dana desa akan mengalami kenaikan setiap tahun dan dana tersebut sangat bermanfaat guna membangun 30 desa dan negeri yang tersebar di 5 kecamatan di Kota Ambon.
“Informasi yang kami terima tahun 2017 Kota Ambon menerima pagu Dana Desa sebesar Rp.28 miliar, dan kita akan tindaklanjuti dengan surat secara resmi terkait jumlah yang akan diterima,” ujarnya.
Tupamahu mengungkapkan, Desa Batumerah Kecamatan Sirimau dan Desa Passo Kecamatan Baguala merupakan dua desa dari  30 desa dan negeri di Kota Ambon sebagai penerima dana desa yang lebih besar dibandingan desa lainnya.
“Dana desa ini diberikan kepada desa dan negeri sesuai dengan kriteria  yang meliputi jumlah penduduk sebesar 35 persen, jumlah penduduk miskin 25 persen, bobot luas wilayah 10 persen dan indeks kesulitan,” bebernya.
Diungkapkan, pihaknya mengawasi secara ketata penggunaan dan pengelolaan dana desa, dimana berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring BPPMD Kota Ambon, realisasi penggunaan Dana Desa sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dimasukan oleh setiap desa penerima.
“Hasil evaluasi dan monitoring, realisasi dana desa digunakan sesuai dengan APB desa. Selanjutnya Inspektorat Kota Ambon akan mengaudit dana desa,” ujar Tupamahu.
Ditandaskan, pihaknya akan mengawasi secara ketat sehingga penggunaan dana desa dapat sesuai peruntukan untuk membangun desa.
Pada kesempatan itu, Tupamahu mengungkapkan, pihaknya belum menerima petunjuk teknis penggunaan dana desa 2017 sehingga masih menggunakan juknis tahun 2016 yakni untuk pemberdayaan dan pembangunan desa. (AKO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top