Berita Kota

Dinkes Ambon Kampanye Kawasan Tanpa Rokok

Ambon, detik-maluku.com – Guna menindaklanjuti Peraturan Walikota (Perwali) Ambon Nomor 27 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menggelar kampanye dan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok di kawasan sekolah.
Kepala Dinkes Kota Ambon, Treesje Torry, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, menjelaskan, sosialisasi dan kampanye KTR agar fasilitas publik seperti kawasan sekolah bebas dari bahaya asap rokok.
“Sesuai Perwali No 27/2015, seluruh kawasan publik yakni pelayanan kesehatan, kawasan pendidikan harus bebas dari asap rokok. Karena itu kami berupaya melakukan kampanye dan sosialisasi bagi para siswa,” tandasnya.
Dijelaskan, kampanye kawasan tanpa rokok untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman agar siswa dapat tanggap terhadap epidemi tembakau yang berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembiayaan kesehatan yang semakin meningkat untuk penyakit tidak menular.
Ditandaskan. kampanye bahaya asap rokok sangat penting bagi siswa sebagi bentuk promosi kesehatan generasi muda, agar memahami dampak negatif dari asap rokok bagi kesehatan.
“Kita mulai kegiatan sosialisasi dengan menempel tanda larangan merokok serta spanduk di hampir seluruh lokasi perkantoran sejak tahun 2015 yang dimulai dari kawasan Balai kota Ambon,” bebernya.
Torry mengungkapkan, pihaknya juga memasang tanda larangan merokok di seputar ruangan Walikota, Wakil Walikota dan ruang rapat.
“Kami melakukan larangan di hampir seluruh sudut Balai Kota Ambon, dan ditindaklanjuti ke SKPD lainnya di luar Balai kota Ambon, dan saat ini dilakukan bagi para siswa, ” ungkapnya.
Dijelaskan, trend peningkatan korban adiksi rokok ditandai dengan meningkatnya perokok pemula remaja usia 10-14 tahun. Dari 1,9 juta tahun 2001 naik menjadi 3,9 juta tahun 2010 dan selama 2010-2013 perokok baru usia 15-19 tahun naik dari 43 persen menjadi 57 persen.
Diakuyinya, rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi faktanya industri rokok meluaskan bisnis adiksinya di Indonesia dengan menyebarkan mitos provokatif yang menghadapkan kesehatan masyarakat dengan kerugian petani tembakau.
Ia berharap, kampanye dan sosialisasi kawasan rokok di sekolah dapat ditindaklanjuti oleh siswa dan pihak sekolah.
“Sekolah dan seluruh fasilitas kesehatan merupakan lokasi utama penetapan kawasan tanpa rokok, kami berharap para kepala sekolah, guru dan petugas kesehatan dapat menerapkan dan ditindaklanjuti oleh seluruh masyarakat,” tandas Torry.
pada kesempatan itu, ia mengungkapkan, seluruh kawasan di lingkup Pemkot Ambon telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok sehingga diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pegawai maupun masyarakat yang melakukan aktifitas. (AKO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top